chemistry for peace not for war

hanya DIA yang dapat menghentikan hatiku

KEBUTUHAN, PERANAN DAN KEKURANGAN IODIUM DALAM TUBUH

 

Nutrisi yang diperlukan oleh tubuh terbagi menjadi dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien merupakan nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang besar sedangkan mikronutrien diperlukan dalam jumlah sedikit.

Setiap mikronutrien, walaupun jumlah sedikit tetapi harus ada karena memainkan peran yang sangat penting dalam tubuh. Salah satu mikronutrien sangat diperlukan oleh tubuh yaitu iodium.

Fungsi iodium di dalam tubuh yaitu memaksimalkan kerja kelenjar tiroid (kelenjar gondok) dalam pembentukan hormon tiroid. Hormon tiroid di bedakan menjadi dua jenis yaitu : tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Kedua hormon ini berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh, merangsang jaringan tubuh untuk memproduksi protein dan energi dari oksigen dan makanan.

Produksi hormon tiroid oleh kelenjar koloid diatur oleh hipotalmus dan kelenjar pituitary atau kelenjar hipofise yang berada di otak agar tidak boleh lebih ataupun tidak boleh kurang. Jika kadar hormon tiroid dalam tubuh rendah, kelenjar pituitary memproduksi thyroid stimulating hormone (TSH) yang merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi lebih banyak hormon tiroid. Begitupun sebaliknya, jika kadar hormon tiroid dalam darah telah memadai, kelenjar pituitary akan mengurangi produksi hormon TSH. Hormon TSH inilah yang kemudian dialirkan melalui darah menuju kelenjar tiroid untuk memproduksi dan melepaskan hormon tiroid (T3 dan T4).

 

Sumber Iodium

Bahan makanan dari laut seperti ganggang laut dan ikan laut mengandung iodium yang lebih banyak. Namun karena tidak semua orang mengkonsumsi makanan dari laut, maka untuk masyarakat daerah pedalaman dan pegunungan mempunyai pasokan iodium yang kurang. Pemakaian garam beriodium secara teratur akan memberikan suplai iodium yang dibutuhkan oleh tubuh. Kebutuhan iodium akan meningkat pada anak-anak remaja dan wanita hamil. Kebutuhan iodium sesuai umur setiap hari berbeda-beda, sebagai berikut:

· 50 mikrogram untuk bayi (12 bulan pertama)

· 90 mikrogram untuk anak (usia 2-6 tahun)

· 120 mikrogram untuk anak usia sekolah (usia 7-12 tahun)

· 150 mikrogram untuk dewasa (diatas usia 12 tahun)

· 200 mikrogram untuk ibu hamil

 

Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)

Tubuh manusia tidak dapat memproduksi iodium. Oleh sebab itu, diperlukan penambahan iodium dari luar. Walaupun iodium telah tersedia dalam beberapa bahan makanan, namun seringkali iodium tersebut hilang waktu proses pengolahan bahan makanan itu sendiri. Oleh sebab itu, pemerintah telah melakukan tiga macam strategi untuk menurunkan jumlah penderita GAKI yakni:

1) Memberikan suplemen kapsul minyak beriodium

2) Program iodisasi garam dan

3) Diversifikasi konsumsi pangan sumber iodium.

 

Pemberikan suplemen kapsul minyak beriodium merupakan program jangka pendek yang sangat mahal biayanya, sehingga tidak mungkin diterapkan secara nasional dan berkesinambungan. Sedangkan program iodisasi yaitu penambahan KIO3 ke dalam garam konsumsi yang biasa disebut garam beriodium.

Berdasarkan standar nasional indonesia (SNI) garam yang dikonsumsi harus mengandung 30-60 ppm KIO3. Walaupun demikian beberapa merk garam iodium, pada kemasan tertulis mengandung iodium, dalam hal ini KIO3, tetapi kenyataannya iodium yang dikandung tidak mencapai standar SNI, bahkan ada beberapa jenis garam yang tidak mengandung KIO3 sama sekali.

Oleh sebab itu, perlu berhati-hati dalam pemilihan garam beriodium. Hal ini telah dibuktikan sendiri oleh pemiliki blog ini, namun merk garam tersebut tidak disebutkan di sini. Oleh sebab itu, untuk memenuhi kebutuhan iodium diharapkan jangan hanya melalui garam beriodium tetapi juga melalui suplemen kapsul minyak beriodium.

Kekurangan iodium di dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit gondok. Namun penyakit yang disebabkan akibat kekurangan iodium sangat banyak yakni untuk orang dewasa kekurangan iodium dapat menyebabkan produktivitas menurun, cepat lelah dan rambut dan kuku menipis serta rapuh. Pada anak-anak menyebabkan kreatisme atau kerdil, pertumbuhan otak terlambat. Untuk ibu hamil dapat menyebabkan keguguran, prematur, bayi lahir dalam keadaan mati dan kreatin atau memiliki kelainan, misalnya perkembagan mental dan gangguan pada beberapa syaraf seperti syaraf pendengaran dan syaraf otak.

About these ads

One response to “KEBUTUHAN, PERANAN DAN KEKURANGAN IODIUM DALAM TUBUH

  1. Ping balik:Fungsi iodium di dalam tubuh « agungar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 141 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: