chemistry for peace not for war

hanya DIA yang dapat menghentikan hatiku

tahap-tahap pembentukan garam: NaCl

Tahap-Tahap Terbentuknya NaCl

  1. 1. Proses atomisasi natrium. Pada tahap ini padatan Na diubah menjadi atom-atom Na dalam fasa gas. Tahap ini berlangsung secara endotermik karena diperlukan sejumlah energi untuk memutuskan ikatan logam antara atom antara atom-atom Na yang terdapat dalam logam natrium.energi yang menyertai tahap ini disebut energi atomisasi, ∆HA. Pada tahap ini gas Cl2 tidak mengalami perubahan. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut:

Na(s) + 1/2Cl2(g) ––→ Na(g) + 1/2Cl2 ∆HA = 108,4 kJ/mol

  1. 2. Atomisasi klorin. Pada tahap ini gas Cl2 diubah menjadi menjadi atom-atom Cl dalam fasa gas. Pada tahap ini berlangsung secara endotermik karena diperlukan sejumlah energi untuk memutuskan ikatan kovalen antara atom 2 atom Cl. Energi yang menyertai reaksi ini disebut energi atomisasi atau energi disosiasi, ∆HD. Pada tahap ini atom Na tidak mengalami perubahan. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut:

Na(s) + 1/2Cl2(g) ––→ Na(g) + Cl(g) ∆HD = 120,9 kJ/mol

  1. 3. Ionisasi atom natrium. Pada tahap ini atom Na dalam fasa gas di ionisasi menjadi ion Na+ dalam fasa gas. Tahap ini berlangsung secara endotermik karena diperlukan sejumlah energi untuk mengatasi gaya tarik inti terhadap elektron yang akan di eksitasi sampai jarak tak terhingga (dilepaskan) dari atom Na. Energi yang menyertai tahap ini disebut energi ionisasi, EI. Pada tahap ini atom Cl tidak mengalami perubahan. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut:

Na(s) + Cl(g) ––→ Na+(g) + Cl(g) IE = 495,4 kJ/mol

  1. 4. Ionisasis atom klorin. Pada tahap ini atom Cl dalam fasa gas diionisasi menjadi ion Cl‾ dalam fasa gas. Tahap ini berlangsung secara eksotermik karena gaya tarik inti atom Cl terhadap elektron yang akan memasuki atom tersebut lebih kuat dibandingkan gaya tolak elektron-elektron pada atom Cl terhadap elektron yang akan memasuki atom tersebut. energi yang menyertai tahap ini disebut afinitas elektron, EA. Pada tahap ini ion Na+ tidak mengalami perubahan. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut:

Na+(g) + Cl(g) ––→ Na+(g) + Cl‾(g) EA = -348,5 kJ/mol

  1. Pembentukan pasangan Na+Cl‾. Pada tahap ini ion Na+ dan ion Cl‾ membentuk pasangan ion Na+Cl‾ dalam fasa gas. Tahap ini berlangsung secara eksotermik karena terjadi gaya tarik antara dua ion dengan muatan yang berlawanan. Energi yang menyertai tahap ini disebut energi pasangan ion, Uip (ion pair). Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut:

Na+(g) + Cl‾(g) ––→ Na+Cl‾(g) Uip = -450,2 kJ/mol

  1. Pembentukan kisi kristal NaCl. Pada tahap ini pasangan ion Na+Cl‾ berubah menjadi kristal NaCl. tahap ini berlangsung secara eksotermik karena terjadi gaya tarik antara pasangan-pasangan ion untuk membentuk kisi kristal. Energi yang menyertai tahap ini disebut energi kisi, U. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut:

Na+Cl‾(g) ––→ NaCl(s) U = -336,8 kJ/mol

Pembentukan kristal NaCl dari unsur-unsurnya dapat ditunjukan dengan persamaan reaksi berikut:

Na(s) + 1/2Cl2(g) ––→ NaCl ∆Hf = -410,8 kJ/mol

∆Hf diperoleh denggan menjumlah semua energi yang terlibat pada tahap-tahap pembentukan kristal NaCl secara tidak langsung di atas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: