chemistry for peace not for war

hanya DIA yang dapat menghentikan hatiku

Teknologi Kereta Terbang

Seiring dengan perkembangan teknologi, alat-alat transportasi mulai dikembangkan untuk tidak menyentuh tanah. Salah satunya yaitu pembuatan kereta api terbang yang dikenal sebagai Magnetically Levitated Train (Maglev Train). Prinsip kerja kereta terbang berbeda dengan prinsip kerja pesawat terbang yang melibatkan prinsip aerodinamika. Aerodinamika yaitu ilmu yang mempelajari sifat dan karaktristik udara serta gas lainnya dalam keadaan bergerak.

Pesawat dapat terbang jauh dari permukaan tanah sedangkan kereta terbang hanya melayang beberapa sentimeter di atas relnya sehingga tidak terjadi gesekan dan dapat melaju dengan kecepatan tinggi, sekitar 552 km/jam. Beberapa negara yang telah menggunakan teknologi kereta terbang yaitu Jepang, Perancis, Amerika dan Jerman.

Sesuai dengan namanya kereta terbang dapat terbang karena adanya gaya magnet. Seperti yang diketahui bahwa kutub magnet terbagi menjadi kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Kutub senama tolak menolak dan kutub tak senama tarik menarik. Prinsip inilah yang diterapkan pada kereta terbang.

Rel dan badan kereta terbang tidak hanya terbuat dari baja berteknologi tinggi tetapi pada rel dan badan kereta terbang terbuat juga dari magnet dimana kutub utara dan selatan disusun secara bergantian, seperti yang ditunjukan pada gambar berikut.

kereta terbang JR_Maglev-Lev (1)

 kereta terbang JR_Maglev-Lev

Gambar susunan rel dan badan kereta terbang. N = north, kutub utara magnet (U) dan S = south, kutub selatan magnet (S)

Kutub utara dan kutub selatan pada rel dan badan kereta baru diaktifkan atau dinyalakan ketika kereka akan bernagkat. Magnet pada rel kereta dihasilkan menggunakan arus listrik AC (arus listrik bolak balik) melalui stasius-stasiun disekitar rel.

Gaya tarik dan gaya tolak yang terjadi antara rel kereta dengan badan kereta yang ditunjukan menggunakan anak panah pada Gambar menyebabkan kereta akan terangkat kemudian bergerak ke arah depan dengan sedikit gaya dorong dari kereta. Dengan sekali dorong kereta api tersebut akan bergerak dengan kecepatan yang konstan dan tidak memerlukan tenaga pendorong lagi sehingga akan sangat menghemat bahan bakar.

Kutub utara dan kutub selatan pada rel kereta selain untuk mendorong dan mengangkat kereta yakni untuk menjaga agar kereta tidak terpental keluar dari rel, karena mengalami gaya tarik dan dorong dengan kekuatan yang sama.

Untuk mempercepat gerakan kereta terbang, bagian depan atau muka kereta dibuat ramping (streamline) sehingga dengan mudah menmbusi udara atau dengan kata lain tidak dapat dihambat oleh udara.

wanibesak kereta terbang Transrapid-emsland wanibesak kereta terbang Transrapid-emsland (1)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: