chemistry for peace not for war

hanya DIA yang dapat menghentikan hatiku

BEBERAPA OKSIDATOR DALAM LABORATORIUM (ION PERMANGANANAT, ION KROMAT DAN ION KROMAT)

 Dalam laboratorium terdapat beberapa zat yang dapat digunakan sebagai oksidator. Oksidator yaitu zat yang dapat menyebabkan zat lain mengalami oksidasi sehingga dirinya sendiri akan mengalami reduksi. Umumnya unsur-unsur nonlogam merupakan oksidator yang baik karena memiliki keelektronegatifan tinggi sehingga mudah menangkap atau menarik elektron kearah dirinya. Walaupun demikian tidak selalu digunakan unsur dalam semua reaksi kimia.

Dalam laboratorium terutama reaksi redoks yang dilangsungkan dalam bentuk larutan yang biasa digunakan sebagai oksidator adalah ion permangananat (MnO4), ion kromat (CrO42-), ion kromat (Cr2O72-). Ketiga zat tersebut merupakan oksidator yang kuat dan mudah melepas oksigen sehingga penanganannya perlu berhati-hati. Zat-zat ini harus disimpan ditempat tersendiri dan tidak boleh berada di dekat zat-zat organik karena dapat menyebabkan kebakaran.

Bila mengenai anggota segera bilas dengan air yang mengalir. Bila mengenai mata segera rendam mata dalam air, hal ini dapat dilakukan dengan cara membuka mata dalam aquades yang disimpan dalam baskom atau ember besar. Setelah itu segera di bawa ke dokter atau memberi obat tetes mata. Bila sampai tertelan segera minum air sebanyak-banyaknya untuk mengencerkan zat kimia yang tertelan lalu segera di bawa ke dokter. Oleh sebab itu, dalam melakukan praktikum jangan pernah mengambil semua larutan dengan cara menyedot.

 

 

ION PERMANGANANAT (MnO4)

Ion permanganat berwarna ungu demikian pula larutan yang mengandung ion permanganat. Warna tersebut merupakan ciri khas dari ion permanganat. Biasanya dalam laboratorium ion permanganat diperoleh dari garam kalium permanganat (KMnO4). KMnO4 merupakan suatu kristal berwarna hitam keunguan.

clip_image002clip_image004clip_image006

Gambar Kristal kalium permanganat dan larutan kalium permanganat

 

Bila terkena cahaya atau dipanaskan pada suhu 230°C, kalium permanganat akan terurai sesuai reaksi berikut.

2 KMnO4 → K2MnO4 + MnO2 + O2

Bilangan oksidasi mangan dalam KMnO4 adalah +7. Ketika terjadi reaksi kimia bilangan oksidasi mangan turun atau mengalami reduksi. Reaksi reduksi mangan dalam KMnO4 bergantung pada keasaman larutan. Dalam suasana larutan asam kuat mangan direduksi menjadi Mn2+ dan warna larutan memudar (hampir tidak berwarna). Setengah reaksi reduksi ion permanganat dalam suasana asam.

8H+ + MnO4 + 5e → Mn2+ + 4H2O

Dalam suasana netral atau sedikit basa ion MnO4 direduksi menjadi MnO2 yang tidak larut dalam larutan atau membentuk endapan. Oleh sebab itu dalam melakukan titrasi pada suasana basa atau suasana alkalis, larutan yang mengandung ion MnO4 tidak disarankan karena endapan MnO2 yang terbentuk dapat mengaburkan titik akhir titrasi. Setengah reaksi reduksi ion permanganat dalam suasana netral atau alkalis.

2H2O + MnO4 + 3e → MnO2 + 4OH

Untuk membuat suasana asamsebaiknya dipakai asam sulfat, karena asam ini tidak menghasilkan reaksi samping. Sebaliknya jika dipakai asam klorida dapat terjadi kemungkinan teroksidasinya ion klorida menjadi gas klor dan reaksi ini mengakibatkan dipakainya larutan permanganat dalam jumlah berlebih. Meskipun untuk beberapa reaksi dengan arsen(III) oksida, antimon(II) dan hidrogen peroksida, karena pemakaian asam sulfat justru akan menghasilkan beberapa tambahan kesulitan.

Kalium pemanganat adalah oksidator kuat, oleh karena itu jika berada dalam HCl akan mengoksidasi ion Cl yang menyebabkan terbentuknya gas klor dan kestabilan ion ini juga terbatas. Biasanya digunakan pada medium asam 0,1 N. Namun, beberapa zat memerlukan pemanasan atau katalis untuk mempercepat reaksi. Seandainya banyak reaksi itu tidak lambat, akan dijumpai lebih banyak kesulitan dalam menggunakan reagen ini.

Reaksi reduksi ion permanganat juga dapat berlangsung dalam suasana netral dan basa kuat, Perekasi kalium permanganat tidak merupakan pereaksi baku primer. Sangat sukar untuk mendapatkan pereaksi dalam keadaan murni, bebas dari mangan(IV) oksida (mangan dioksida). Lagi pula air dipakai sebagai pelarut sangat mungkin masih mengandung zat pengotor lain yang dapat mereduksi permanganat menjadi mangan dioksida.

Timbulnya mangan dioksida justru akan mempercepat reaksi reduksi permanganat. Demikian juga adanya ion mangan(II) dalam larutan akan mempercepat reduksi permanganat menjadi mangan dioksida, reaksi tersebut berlangsung sangat cepat dalam suasana netral. Dengan adanya alasan-alasan tersebut maka pembuatan larutan baku permanganat dilakukan sebagai berikut. Larutkan sejumlah(gram) pereaksi dalam air kemudian didihkan selama satu jam diatas penangas air. Selanjutnya disaring lewat penyaring yang bebas dari zat pereduksi.

Wadah bertutupkan sumbat kaca yang dipakai untuk menyimpan larutan, harus benar-benar bebas dari zat pengotor seperti lemak atau zat pengotor lain. Untuk keperluan ini biasanya wadah tersebut dicuci bersih memakai campuran larutan kalium dikromat dan asam sulfat pekat, diikuti pembilasan dengan aquades. Larutan ini sebaiknya disimpan ditempat gelap, terhindar dari cahaya, karena itu sebaiknya dipakai botol berdinding gelap.

Reaksi asam sulfat pekat dengan KMnO3 membentuk Mn2O7. Reaksi ini berlangsung sangat eksotermsis dan dapat meledak. Demikian juga dengan asam klorida membentuk gas glor yang sangat beracun. Reaksi antara asam nitrat dengan alkena akan memutuskan ikatan rangkap dua dan diperoleh suatu asam karboksilat.

CH3(CH2)17CH=CH2 + 2KMnO4 + 3H2SO4 → CH3(CH2)17COOH + CO2 + 4H2O + K2SO4 + 2MnSO4

KMnO4 juga dapat mengoksidasi aldehida menjadi asam karboksilat. Misalnya mengoksidasi n-heptanal menjadi asam heptanoat.

5C6H13CHO + 2KMnO4 + 3 H2SO4 → 5C6H13COOH + 3H2O + K2SO4 + 2MnSO4

Selain itu KMnO4 juga dapat mengoksidasi gugus metil yang terikat pada cincin benzena. Misalnya mengoksidasi toluena menjadi asam benzoat.

5C6H5CH3 + 6KMnO4 + 9H2SO4 → 5C6H5COOH + 14H2O + 2K2SO4 + 6MnSO4

 

 

ION KROMAT (CrO42-) DAN DIKROMAT (Cr2O42-)

Dalam laboratorium pasti dijumpai garam yang mengandung ion kromat dan dikromat. Garam yang sering dijumpai yaitu kaliium dan natrium kromat atau dikromat dengan rumus kimia Na2CrO7 (natrium kromat), K2CrO7 (kalium kromat) dan Na2Cr2O7 (natrium dikromat), K2Cr2O7 (kalium dikromat).

clip_image008

Gambar Empat larutan kromium. Dari kiri: larutan yang berwarna kuning adalah kalium dikromat (K2Cr2O7, orange) dan natrium kromat (Na2CrO4), hijau adalah kromium(III) klorida (CrCl3), ungu adalah kromium(III) nitrat (Cr(NO3)3).

 

clip_image010

clip_image012clip_image014clip_image016 clip_image018

Gambar Kristal beberapa senyawa kromium. Dari kiri ke kanan : Natrium kromat tetrahidrat (Na2CrO4·4H2O), kalium dikromat (K2Cr2O7), amonium dikromat ((NH4)2Cr2O3), kromium trioksida (CrO3), kromium oksida (Cr2O3)

(sumber gambar : http://en.tjfuqiang.com/)

 

Baik ion kromat maupun dikromat mengandung kromium dengan bilangan oksidasi +6 yang merupakaan keadaan oksidasi tertinggi dari krom dalam senyawaaannya. oleh sebab itu dalam reaksi kimia ion kromat dan dikromat akan mengalami reaksi reduksi. Reaksi reduksi ion kromat dan dikromat bergantung pada keasaman larutan.

Warna kuning merupakan ciri khas adanya ion kromat dalam larutan sedangkan warna merah merupakan ciri khas adanya ion dikromat. Larutan yang mengandung ion kromat yang berwarna kuning bila diasamakan, akan diperoleh larutan yang berwarna merah jingga karena ion CrO42- berubah menjadi Cr2O72-.

2CrO42- + 2H+ → Cr2O72- + H2O

Sebaliknya jika larutan yang mengandung ion dikromat dibasakan maka ion Cr2O72- berubah menjadi ion CrO42-.

Cr2O72- + 2OH → 2CrO42- + H2O

Oleh sebab itu, jika reaksi berlangsung dalam suasana asam yang bertindak sebagai oksidator adalah Cr2O72- dan sebaliknya bila reaksi dilangsungkan dalam suasana basa yang bertindak sebagai oksidator adalah CrO42-.

Dalam reaksi kimia bila ion kromat dan dikromat bertindak sebagai oksidator (ketika direaksikan dengan suatu reduktor) bilangan oksidasi kromium turun menjadi +3 dan produk yang diperoleh bergantung pada keadaan keasaman larutan.

Dalam larutan asam ion kromium direduksi menjadi ion Cr3+, dalam larutan sedikit basa produk reduksinya adalah Cr(OH)3 yang tidak larut dan dalam larutan sangat basa ion kromat direduksi menjadi ion kromit (CrO2). Persamaan reaksi yang terjadi sebagai berikut.

Larutan asam

6e + 14H+ + Cr2O7 → 2Cr3+ + 7H2O

Larutan sedikit basa

3e + 4H2O + CrO42- → Cr(OH)3 + 5OH

Larutan sangat basa

3e + 2H2O + CrO42- → CrO2 + 4OH

 

Baik Na2CrO7 (natrium kromat), K2CrO7 (kalium kromat), Na2Cr2O7 (natrium dikromat) mapun K2CrO7 (kalium dikromat) bersifat higoskopis sehingga dapat membentuk tetra-, heksa-, dan dekahidrat.

Natrium kromat (Na2CrO4) digunakan sebagai inhibitor korosi dalam industri minyak bumi, sebagai reagen pencelupan dalam industri tekstil, sebagai pengawet kayu. Dengan memanfaatkan isotop Cr-51 dengan waktu paruh 27,8 hari, larutan natrium kromat (VI) digunakan dalam obat-obatan untuk penentuan volume sirkulasi sel darah merah, waktu kelangsungan hidup sel dan evaluasi kehilangan darah.

Campuran kalium dikromat dengan asam nitrat 35% diperoleh suatu larutan yang disebut larutan Schwerter’s yang digunakan untuk menguji keberadaan berbagai logam terutama perak. Perak murni mengubah larutan menjadi merah terang, perak sterling (paduan 92,5% perak dengan logam lain biasanya tembaga atau emas) mengubah larutan menjadi merah gelap, larutan menjadi berwarna coklat bila kandungan tembaga tinggi bahkan menjadi hijau.

 

SUMBER

James E. Brady. Kimia universitas asas dan struktur edisi keliama jilid 1.

Vogel Analisis Anorganik Kualitatif Makro Dan Semimikro (terjemahan Setiono & Pudjaatmaka) Edisi kelima.

Underwood, A. L & R. A Day, Jr. 1999. Analisis Kimia Kuantitatif (terjemahan A. Hadyana Pudjaatmaka) Edisi kelima. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Devy Agustyaningsih. 2010. Penetapan Kadar Kalium Permanganat Menggunakan Fotometer Sederhana Berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor. Skripsi Universitas Negeri Malang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Kimia.

Sumber internet

Wikipedia.org

uncp.edu/home/mcclurem/ptable/chromium/cr.htm

NITROGEN, ASAM NITRAT DAN PREPARASI NITROGEN DALAM LABORATORIUM

 

NITROGEN

Nitrogen adalah unsur nonlogam dalam tabel periodik terletak pada golongan VA atau golongan 15 dan memiliki lambang N dengan nomor atom 7. Pada suhu kamar berupa gas tidak berwarna, tidak berbau, tanpa rasa dan berupa unsur diatomik (N2). Nitrogen yang telah dicairkan juga tidak berwarna dan tidak berbau.

Nitrogen nitrogen cair

Gambar Rumus Molekul nitrogen dan nitrogen cait

Nitrogen sangat sulit bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya sehingga disebut juga dengan nama zat lemas. Nitrogen merupakan gas yang paling banyak di atmosfer sekitar 78%. Selain di atmosfer, nitrogen juga terdapat di planet mars (3%).

Ikatan kimia antara dua atom dalam molekul nitrogen adalah ikatan terkuat antara dua atom dari unsur yang sama. Hal ini membuat gas N2 sangat stabil dan inert. Dalam jaringan tubuh makluk hidup, sebagian mengandung nitrogen, misalnya dalam protein dan asam nukleat menjadi salah satu komponen pembentuk DNA dan RNA.

Terdapat 2 isotop nitrogen yang stabil yaitu: 14N dan 15N. Isotop yang paling banyak adalah 14N (99.634%), yang dihasilkan dalam bintang-bintang dan yang selebihnya adalah 15N.

Dalam industri nitrogen diperoleh dari pencairan udara dengan memberi tekanan yang cukup tinggi, kemudian dilanjutkan dengan destilasi fraksional atau destilasi fraksinasi.

Ketika nitrogen dipanaskan, dapat bereaksi secara langsung dengan magnesium, lithium dan kalsium.

6 Li + N2 → 2 Li3N

3Mg + N2 → Mg3N2

Ketika dicampur dengan oksigen dan dikenakan bunga api listrik, membentuk oksida nitrat (NO) kemudian menjadi dioksida (NO2). Bila dipanaskan di bawah tekanan dengan hidrogen dan adanya katalis yang cocok akan terbentuk amonia (proses Haber).

Senyawa nitrogen yang banyak dimanfaatkan dalam dunia industri maupun dalam laboratorium yaitu asam nitrat dan amonia (paling banyak dalam industri). Amonia, NH3 merupakan hidrida nitrogen yang beracun dan merupakan bahan dasar paling penting untuk kimia nitrogen dan merupakan salah satu bahan kimia yang paling banyak diproduksi di dunia. Amonia digunakan sebagai bahan dasar pupuk nitrogen seperti urea dan bahan peledak.

 

PREPARASI NITROGEN DALAM LABORATORIUM

Di laboratorium, nitrogen dipersiapkan dengan memanaskan campuran amonium klorida dan natrium nitrit dan sedikit air. Jika amonium nitrit dipanaskan akan terurai menghasilkan gas nitrogen. Namun, reaksi ini sangat cepat dan mungkin eksplosif.

clip_image022

Untuk keamanan, campukan amonium klorida dan natrium nitrit dengan perbandingan massa 4:5, kemudian dipanaskan dengan sedikit air. Keberadaan air mencegah amonium klorida mensublimasi ketika dipanaskan. Awalnya, dua zat mengalami penguraian ganda untuk membentuk natrium klorida dan amonium nitrit.

clip_image023

Amonium nitrit yang terbentuk kemudian terurai menjadi gas nitrogen dan air.

clip_image025

Gas nitrogen yang terbentuk kemudia dialirkan melalui air seperti pada gambar. Dengan cara ini maka uap air akan tertinggal sedangkan gas nitrogen terus ke atas karena kelarutannya yang rendah dalam air.

clip_image027

 

ASAM NITRAT

Asam nitrat adalah asam kuat yang bersifat korosif dan beracun dan terurai menjadi ion H+ dan ion NO3 dalam air, persamaan reaksinya.

clip_image006

Asam nitrat biasa memiliki konsentrasi 68%. Larutan HNO3 dengan konsentrasi diatas 86% disebut sebagai asam nitrat berasap. Asam nitrat murni merupakan suatu cairan tidak berwarna yang dapat berubah menjadi merah kekuningan karena adanya oksida nitrogen terlarut dan berwarna merah pada suhu tinggi. HNO3 menjadi padatan putih berwarna pada suhu dibawah -41°C dan mendidih pada 83°C.

Asam nitrat merupakan oksidator yang kuat sehingga penanganannya harus berhati-hati. Bila mengenai anggota tubuh segera dicuci dengan air yang mengalir.

asam nitrat murni asam nitrat 70%

Gambar Asam nitrat murni yang berwarna kekuningan karena adanya oksida nitrogen terlarut dan asam nitrat 70% yang tidak berwarna

 

Air Raja

Campuran antara asam klorida pekat dan asam nitrat pekat dengan perbandingan 3:1 (misalnya 3 mL HCl dengan 1 mL HNO3 atau 3L HCl dengan 1 L HNO3) disebut aqua regia atau air raja karena dapat melarutkan logam mulia seperti emas dan platina. Aqua regia sangat tidak stabil, oleh sebab itu aqua regia baru dibuat ketika akan digunakan.

 

Sifa-sifat asam nitrat

Asam nitrat merupakan oksidator yang kuat yang mudah melepaskan oksigen sehingga penyimpanannya harus ditempat tersendiri dan hindari bahan-bahan organik yang umumnya mudah terbakar. Dalam reaksi kimia bila konsentrasi tinggi, HNO3 tereduksi menjadi NO2 sedangkan pada konsentrasi rendah tereduksi menjadi NO.

clip_image014

clip_image016

 

Pemanasan HNO3 akan terurai menghasilkan NO2.

clip_image012

 

Reaksi asam nitrat dengan nonlogam dan logam

Menjadi agen oksidasi yang kuat, asam nitrat bereaksi hebat dengan banyak non-logam, logam, senyawa dan reaksi mungkin berlangsung eksplosif. Kecuali emas dan platina, HNO3 hampir bereaksi dengan semua unsur logam.

Produk yang terbentuk tergantung pada sifat logam (kereaktifan logam), konsentrasi asam dan suhu. Reaksinya dengan logam yang kurang reaktif hasil reduksinya berupa gas NO sedangkan bila digunakan HNO3 pekat hasil reduksinya gas NO2. Beberapa contoh reaksi asam nitrat sebagai berikut.

Reaksi karbon dengan asam nitrat

C + 4HNO3 → CO2 + 4NO2 + 2H2O

3C + 4HNO3 → 3 CO2 + 4NO + 2H2O

 

Reaksi belerang dan iod dengan asam nitrat

S(s) + 2HNO3(aq) → H2SO4(aq) + 2NO(g) (HNO3 pekat dingin)

3I2(s) + 10HNO3(aq) → HIO3(aq) + 2H2O(l) + 10NO(g) (HNO3 pekat panas)

 

Reaksi seng dengan asam nitrat

clip_image017

 

Reaksi magnesium dengan asam nitrat

clip_image018

 

Reaksi timbal dengan asam nitrat

clip_image019

 

Reaksi perak dengan asam nitrat

clip_image021

 

Trinitro Toluena (TNT)

Campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat bila direaksikan dengan toluena akan diperoleh suatu senyawa yang disebut trinitro Toluena (TNT). Trinitro toluena merupakan suatu senyawa yang sangat ekplosif.

Sumber :

Tutorvista.com

Wikipedia.org

webelements.com

Fulcanelli Ahli Kimia Misterius

Fulcanelli  merupakan ahli kimia Perancis abad 19. Selain sebagai ahli kimia, ia juga belajar seni dan arsitektur. Hingga saat ini nama asli Fulcanelli  belum diketahui secara pasti. Walaupun demikian terdapat dua buku yang ditulis oleh Fulcanelli dan diterbitkan di Paris yaitu

  • Le Mystère des Cathédrales (The Mystery of the Cathedrals, Misteri Katedral), pada tahun 1922.

  • Les Demeures Philosophales (Dwellings of the Philosophers, kediaman para filsuf), pada tahun 1929.

Buku ketiga tidak jadi di terbitkan yaitu Finis Gloriae Mundi (End of the World’s Glory, Akhir kemulian dunia). Judul yang diusulkan buku ini juga merupakan judul dari sebuah lukisan diawetkan di Gereja San Jorge, Rumah Sakit de la Santa Caridad di Seville, Spanyol. Karya ini, minyak pada panel kayu berukuran 220 x 216 cm, diciptakan oleh seniman Spanyol Juan de Valdes Leal tahun 1672.

Lalu mengapa Fulcanelli sangat dicari identitasnya?. Ternyata Fulcanelli merupakan satu-satunya ahli kimia yang berhasil mengubah 100 gram timah menjadi emas hanya dengan sebuah bubuk. Namun hal ini tidak dilakukan oleh Fulcanelli sendiri tetapi oleh muridnya Eugène Canseliet yang juga seorang kimiawan. Hal ini dilakukan di hadapan Julien Champagne dan Gaston Sauvage.

Eugène Canseliet

Gambar Eugène Canseliet

Menurut Louis Pauwels, Fulcanelli selamat Perang Dunia II dan menghilang sepenuhnya setelah Pembebasan Paris. Setiap upaya untuk menemukan dia gagal. Eugène Canseliet menyatakan pernah bertemu di Spanyol pada tahun 1953. Eugène Canseliet menyatakan pada saat itu seharusnya Fulcanelli telah berumur 80 tahun namun sangat aneh karena saat itu penampilannya seperti pria berumur 50 tahun. Sejak pertemuan itu, Fulcanelli tidak pernah diketahui lagi keberadaannya sampai hari ini.

Beberapa orang menyatakan Fulcanelli adalah Louis Jules Gabriel Violle fisikawan Perancis. Sepanjang hidupnya, Violle mengajar di berbagai perguruan tinggi termasuk Universitas Lyon dan Conservatoire des Arts et Métiers di Paris. Dia adalah salah satu pendiri dari Institut d’Optique théorique et appliquée dan École Supérieure d’Optique . Dia baik dan menciptakan sejumlah perangkat untuk mengukur radiasi, dan menentukan titik beku dan titik leleh dari paladium.

Ada juga yang menyatakan Fulcanelli adalah Pierre de Lesseps. Hal ini dilihat dari lambang kuda laut keluarga Lesseps yang juga ada di buku pertama Fulcanelli.

Bahkan ada yang menyatakan mungkin saja Eugène Canseliet adalah Fulcanelli yang sengaja mengaku sebagai muridnya demi menjaga keselamatannya.

MP3 LAGU-LAGU TIMOR

PENGARUH IKATAN HIDROGEN TERHADAP KELARUTAN DALAM AIR DAN TITIK DIDIH SUATU ZAT

Senyawa-senyawa ion umumnya larut dalam air, walaupun beberapa senyawa ion tidak larut dalam air. Kelarutan senyawa ion dalam air bergantung pada harga Ksp-nya.

Sedangkan senyawa-senya kovalen yang bersifat polar dapat larut dalam air karena air merupakan pelarut polar dan senyawa tersebut dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air. Senyawa yang tidak mampu membentuk ikatan hidrogen umumnya kelarutan dalam rendah.

Perlu ditekankan bahwa ikatan hidrogen hanya terbentuk bila satu atom H ditarik atau diikat bersama oleh dua atom yang memiliki keelektronegatifa tinggi yakni N, O, F dan memiliki elektron bebas (lone pair electron). selain unsur-unsur tersebut berarti bukan ikatan hidrogen. Secara sederhana ikatan hidrogen dapat digambarkan sebagai berikut.

 

atom berkeelektronegafan tinggi-H-atom berkeelektronegafan tinggi

 

Ikatan hidrogen dapat terjadi karena elektron bebas pada atom yang berkeelektronegatifan tinggi menarik proton yang dimiliki oleh atom H. Hal mengakibatkan seolah-olat terbentuk suatu ikatan kimia.

Selain kelarutan dalam air, terbentuknya ikatan hidroogen intramolekul (dalam satu molekul) atau antarmolekul (minimal 2 molekul) menyebabkan titik didih senyawa lebih tinggi bila dibanding senyawa-senyawa yang massa molekul relatifnya sama atau hampir sama. Oleh sebab itu,jika terdapat senyawa yang memiliki unsur-unsur berkeelektronegatifan tinggi yang mengikat atom H kemudian memiliki titik didih tinggi, hal ini pasti disebabkan karena adanya ikatan hidrogen.

Senyawa-senyawa yang bersifat nonpolar titik didih umumnya ditentukan oleh massa molekul relatif (Mr) senyawa tersebut. Makin besar Mr senyawa, makin tinggi titik didihnya.

EBOOK GRATIS: CHEMISTRY 10th EDITION – RAYMOND CHANG

chemistry raymond chang

Dari sekian banyak buku kimia dasar yang ada, salah satu yang menurut saya cukup bagus untuk dimiliki adalah buku kimia dasar yang ditulis oleh Raymond Chang. Selain dalam bahasa Inggris, buku ini telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia walaupun harganya sedikit mahal. Oleh sebab itu, teman-teman yang mengerti bahasa Inggris silakan download buku tersebut pada link-link berikut, ukuran buku adalah 115 MB. Jika link-link ini tidak bisa dibisa didownload bisa memasukan judul buku ini pada menu pencarian seperti pada gambar berikut ini.

http://ebookee.org :

chemistry 10 edition raynond chang 

L I N K   D O W N L O A D  :

1. Chemistry, 10th Edition by Raymond Chang

2. Chemistry (10th Edition)

3. Chemistry, 10th Edition

4. Chemistry, 10th Edition

5. Chemistry, 10th Edition

ENERGI IKATAN, JARAK IKATAN DAN ENTALPI REAKSI

Energi ikatan didefinisikan sebagai sejumlah energi yang dibutuhkan untuk memutuskan satu mol ikatan suatu spesi dalam keadaan gas. Energi akan dilepas bila atom-atom bergabung bersama-sama membentuk suatu ikatan kimia. Dengan kata lain reaksi pembentukan suatu senyawa selalu berlangsung eksoterm sedangkan reaksi penguraian sengawa menjadi unsur-unsurnya berlangsung secara endoterm.

Satuan SI (standar internasional) energi ikatan adalah kilojoule permol ikatan (kJ/mol). Dengan demikian kekuatan suatu ikatan kimia ditentukan oleh energi ikatan yang besarnya bergantung pada sifat ikatan antara atom-atom yaitu : ikatan ganda tiga lebih kuat ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap dua lebih kuat ikatan tunggal. Jarak ikatan atau panjang ikatan ganda tiga lebih pendek dibanding ikatan ganda dua dan lebih pendek dibanding tunggal. Semakin pendek suatu ikatan kimia, maka ikatan tersebut semakin kuat. Jadi kekuatan ikatan kimia mulai dari terkuat ke yang paling lemah adalah ikatan ganda tiga > ikatan rangkap 2 > ikatan tunggal.

Walaupun demikian perlu diperhatikan bahwa ikatan ion lebih kuat dari ikatan kovalen kecuali intan dan beberapa senyawa kovalen lain. Intan walaupun memiliki ikatan kovalen namun ikatannya sangat kuat. Hal ini dapat dilihat dari titik didih dan titih lelehnya yang sangat tinggi. Ikatan ion dan kovalen disebut ikatan primer, sedangkan ikatan van der waals, ikatan hidrogen termasuk ikatan sekunder. ikatan primer lebih kuat dibanding ikatan sekunder.

Energi ikatan dalam molekul diatomik tidak sulit dipahami karena hanya terdapat satu ikatan permolekul. Namun pada molekul poliatomik seperti H2O keadaannya berbeda. Energi yang diperlukan untuk memisahkan satu mol atom H dengan pemecahan satu ikatan H-OH permolekul berbeda dengan energi yang diperlukan untuk memisahkan mol kedua dari atom H dari pemecahan ikatan OH.

H-OH(g) → H(g) + OH(g) ΔH = +492 kJ/mol

OH(g) → H(g) + O(g) ΔH = +428 kJ/mol

Hal ini terjadi karena energi ikatan tergantung pada pada lingkungan yaitu bagian dari molekul yang berdekatan dengan ikatan, biasanya digunakan nilai rata-rata. Kebanyakan molekul energi ikatan rata-rata bersifat aditif yaitu jumlah seluruh energi ikatan merupakan penjumlahan dari energi masing-masing ikatan. Secara spektroskopi dapat digunakan untuk menentukan jarak ikatan dan beberapa energi ikatan. Energi ikatan lainnya dapat ditentukan secara tidak langsung melalui hukum Hess dan data seperti kalor pembentukan dan kalor pembakaran. Energi ikatan dalam kJ/mol beberapa ikatan sebagai berikut.

clip_image002

 

PERHITUNGAN YANG MELIBATKAN ENERGI IKATAN

Reaksi-reaksi yang melibatkan fasa gas dapat diguankan suatu hipotesis yakni semua ikatan dalam dalam pereaksi diputuskan dan kemudian dibentuk lagi pada hasil reaksi. Jumlah perubahan energi pemutusan ikatan dan pembentukan ikatan menghasilkan perubahan entalpi reaksi (ΔHreaksi).

 

Contoh Soal

Hitunglah perubahan entalpi reaksi (ΔHreaksi) untuk reaksi

CH4(g) + 4Cl2(g) → CCl4(g) + 4HCl(g)

Penyelesaian

ΔH pemutusan ikatan

4 mol ikatan C-H = 4 x (+414 kJ/mol) = 1656 kJ

4 mol ikatan Cl-Cl = 4 x (+243 kJ/mol)= +972 kJ

ΔH pembentukan ikatan

4 mol ikatan C-Cl = 4 mol x (-326 kJ/mol)=-1304 kJ

4 mol ikatan H-Cl = 4 mol x (-431 kJ/mol) = -1724 kJ

Maka entalpi reaksi (ΔHreaksi)

ΔHreaksi = ΔHpemutusan ikatan + ΔHpembentukan ikatan

= +1656 kJ + 972 kJ – 1304 kJ – 1724 kJ = -400 kJ

 

 

KALOR BAHAN BAKAR

Mengukur entalpi reaksi sama saja dengan mengukur kalor yang dilepaskan atau kalor pembakaran. Oleh sebab itu cara menghitung entalpi reaksi dapat digunakan untuk membandingkan dua atau lebih bahan bakar apa yang paling efektif dan efisien. Untuk mengetahui jenis bahan bakar yang efektif dan efisien sesuai kebutuhan, dapat dilakukan pengujian dengan cara membakar bahan bakar. Kalor yang dilepaskan dipakai memanaskan air dan kalor yang diserap oleh air dihitung.

Efektivitas bahan bakar dapat dibandingkan berdasarkan jumlah kalor dengan volume yang sama. Pada volume yang sama, semakin besar jumlah kalor yang dilepaskan, semakin efektif bahan bakar tersebut untuk digunakan sesuai kebutuhan. Efisiensi bahan bakar dapat dibandingkan berdasarkan jumlah volume dan harga. Untuk volume yang sama, semakin murah harga BBM, semakin efisien BBM tersebut untuk digunakan sesuai kebutuhan. Namun, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan berkaitan dengan penggunaan BBM. Aspek tersebut di antaranya keamanan dan kebersihan lingkungan.

Bensin tidak dapat digunakan untuk kebutuhan di rumah sebab bensin mudah menguap sehingga mudah terbakar, yang berdampak pada risiko keamanan. Minyak tanah tidak dapat digunakan untuk kendaraan bermotor sebab sukar terbakar dan bersifat korosif. Akibatnya, jika minyak tanah dipakai untuk kendaraan, mesin sukar dihidupkan dan cepat rusak. Di samping itu, akibat dari sukar terbakar dapat menimbulkan asap yang tebal dan berdampak pada pencemaran lingkungan.

STRUKTUR LEWIS SENYAWA IONIK

Dalam penggambaran struktur Lewis senyawa ionik sering terjadi kekeliruan. Hal ini disebabkan sebagaian orang menganggap menggambar struktur Lewis senyawa ionik sama dengan menggambar struktur Lewis senyawa kovalen. Misalnya struktur Lewis MgCl2 ada yang menulis dengan struktur seperti ini.

struktur Lewis

Mengapa struktur Lewis seperti gambar di atas salah?. Tentu saja salah karena dalam pembentukan senyawa ionik sederhana seperti MgCl2 atau NaCl, elektron sepenuhnya ditransfer dari atom logam ke atom nonlogam. Pada gambar di atas menunjukan elektron digunakan secara bersama. Jadi struktur Lewis ayang benar dari MgCl2 adalah sebagai berikut.

struktur Lewis MgCl2

Selain itu, karena terjadi kekeliruan dalam menggambar struktur Lewis maka sering pula terjadi kekeliruan dalam pembelajaran bentuk atau geometri molekul. Seringkali siswa menganggap bentuk molekul MgCl2 adalah linear. Ini adalah kekeliruan yang sangat fatal karena MgCl2 adalah senyawa ionik yang tersusun dari ion Mg2+ dan ion Cl baik dalam wujud padat, cair maupun gas. sehingga dalam bentuk padat MgCl2 memiliki struktur kristal bukan bentuk molekul. Bentuk molekul atau istilah molekul hanya berlaku untuk senyawa-senyawa yang berikatan secara kovalen seperti BeCl2, CO2, H2O maupun senyawa kovalen yang lain.

Perbedaan Pati atau Amilum dengan Kanji atau Tepung

Awalnya pemilik blog ini berpikir amilum atau yang sering disebut juga pati sama dengan kanji atau tepung. Ternyata setelah membaca beberapa buku dan artikel diperoleh bahwa keduanya sangat berbeda.

Pati hanya tersusun dari dua fraksi yaitu amilosa dan amilopektin. Sedangkan kanji dapat tersusun dari pati, protein maupun polimer-polimer dan senyawa yang lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa pati merupakan salah satu komponen penyusun kanji.

Pati merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh hewan dan manusia sebagai sumber energi. Pati dapat dihasilkan oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis disimpan sebagai cadangan makanan. Beberapa tumbuhan yang mengandung pati yaitu kacang-kacangan beras dan kentang. Sama seperti selulosa, pati atau amilum merupakan polimer glukosa, namun satuan-satuan monosakarida penyusun pati terikat melalui ikatan 1,4’-α-glikosida. Pati memiliki struktur yang lebih kompleks dibanding selulosa.

Terapi Drakula Agar Awet Muda

Agar awet muda orang-orang sering menggunakan botok untuk mencegah timbulnya keriput-keriput terutama pada wajah. Istilah botox merupakan kependekatan dari Botulinum Toxin. Botulinum Toxin merupakan suatu racun yang sangat berbahaya dan dihasilkan oleh bakteri Clostridium Botulinum.

Untuk menghilangkan keriput pada manusia digunakan botox dengan konsentrasi yang sangat rendah yakni sekitar 1% dari konsentrasi botox yang telah menyebabkan keracunan. Walaupun dapat menghilangkan keriput botox hanya bertahan 3-4 minggu.

Agar awet muda selain menggunakan botox dapat pula menggunakan “Terapi Drakula (Dracula Therapy)” yakni menyuntikan darah segar yang telah ditambahkan hormon pertumbuhan ke wajah. Pada Terapi Drakula pertama-tama darah pasien yang hendak menghilangkan keriput diambil sekitar 10-15 mL dari dalam tubuh kemudian ditambahkan hormon pertumbuhan. Setelah ditambah hormon pertumbuhan darah tersebut disuntikan kembali ke wajah pasien yang diambil darahnya tersebut.

Adanya hormon pertumbuhan dapat merangsang pembentukan sel-sel baru dan perbaikan DNA sehingga dapat mencegah timbulnya keriput. Cara ini dianggap lebih efisien dibanding menghilangkan keriput melalui bedah, laser, botox maupun zat kimia yang lain yang biasanya memberi berbagai efek negatif. Selain itu cara ini juga dapat mencegah terjadinya elergi karena menggunakan darah sendiri.