chemistry for peace not for war

hanya DIA yang dapat menghentikan hatiku

Tag Archives: atambua

MP3 LAGU-LAGU TIMOR

aku-dan-kamu

AMANDIO – DamE Folin Laek.mp3

Abito GaMa – Terus

Abito Gama – MASI OLARINDA.mp3

Abito Gama– Taka Falta.mp3

AAbito Gama – Foin SaE Timor.mp3

Euriko Guteres – MaLae Unamet

Euriko Guteres –TRAGEDI BUMI LORO SAE

Anis leki – klaran dadobE.MP3

Anis leki – LANU BOSOK TEN.MP3

Anis leki – Awina.mp3

Atambua rai nain

Anito Matos – Nina Mulata.mp3

INA SUSUN DUUK .mp3

Jino Da Costa – KARI LEMO AI FUNAN.mp3

Jino Da Costa – harohan ba Nai Maromak

Lili Ribeiro – Hau LA Sinti.mp3

MaNu Kokorek.MP3

Nina Bonita.mp3

Trio Sonbilo – hAti Ancor.mp3

JERRY BTN – MANU BASA LIRAS.mp3

JERRY BTN – TERUS.mp3

PoRtU – SECRETARIA.mp3

Iklan

PENTINGNYA PROGRAM RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI) DAN UPAYA UNTUK MENGOPTIMALKANNYA

      Effendy 3x4Prof.Effendy, Ph,D

       

      Undang-Undang Pendidikan Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 50 ayat 3 mengamanatkan:

      “Pemerintah Pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional dan/atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan satu satuan pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional”.

      Untuk itu setiap kabupaten dan kotamadya diharapkan sedikitnya memiliki:

  • Sebuah SD Negeri atau MIN

  • Sebuah SMP Negeri atau MTsN

  • Sebuah SMA Negeri atau MAN

    yang melaksanakan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).  Dalam waktu maksimal 5 tahun diharapkan sekolah-sekolah tersebut sudah menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

     

    MAMPUKAH KITA MELAKSANAKAN PROGRAM RSBI

    Jawabnya adalah:

    “Insya Allah mampu, Tetapi perlu persiapan yang matang dan terprogram”

    Soalnya kita memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah:

    1. Calon siswa yang umumnya memiliki kemampuan intelektual yang tinggi. Hal ini terbukti dengan skor Unas dan skor rapor mereka yang tinggi.

    2. Calon siswa yang umumnya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. Hal ini terbukti pada waktu tes tulis dan wawancara dapat dianggap hampir semua siswa mampu memahami dan menjawab semua pertanyaan yang ada dengan baik.

    3.Kita memiliki guru yang memiliki dedikasi dan motivasi yang tinggi, serta rela berkorban demi perbaikan mutu pendidikan di republik ini.

    4.Kita punya stake holder yang insya Allah dengan “Ikhlas” akan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai keberhasilan program RSBI asalkan sekolah betul-betul dapat memenuhi harapan mereka.

    5.Kita memiliki banyak pakar yang siap membantu pelaksanaan program RSBI.

     

    PERLUKAH KIAT-KIAT TERTENTU DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM RSBI?

    MUTLAK DIPERLUKAN

    Apa itu:

    1. Perhatian serius dari sekolah dan komite sekolah akan kebutuhan energi ekstra bagi guru-guru pelaksana program RSBI. Untuk itu honorarium harus betul-betul memadahi dan sejak dini diketahui besarnya oleh para pelaksana program SBI.

    2.Diberikannya jam pelajaran yang mencukupi untuk setiap mata matematika dan ipa. Hal ini sangat penting karena pada tahun pertama baik siswa maupun guru perlu waktu yang cukup untuk adaptasi. Adalah tidak logis bila jam pelajaran tersebut sama dengan jam pelajaran untuk program reguler. Di samping itu, isi materi mata pelajarannya cenderung lebih luas dan lebih dalam.

    3. Perlu supervisi dan dorongan moril dari kepala sekolah, baik kepada siswa maupun pada guru, secara terus-menerus. Untuk itu kepala sekolah atau petinggi RSBI yang ditunjuk harus sering mengunjungi kelas pada saat pembelajaran atau kegiatan pembimbingan guru berlangsung.

    4. Perlu suntikan motivasi yang terus-menerus dari kepala sekolah sekolah dan jajarannya kepada guru dan siswa.

    5. Perlu strategi evaluasi yang jitu. Dua atau tiga kali ulangan pertama di kelas I SD, VII SMP dan X SMA semester 1 harus menggunakan soal-soal yang tingkat kesukarannya rendah sampai sedang agar semua siswa memperoleh skor yang tinggi. Ini dapat menimbulkan keyakinan pada siswa bahwa dirinya mampu mengikuti program RSBI.

    6. Optimalisasi penggunaan bahasa Inggris di luar kelas. Siswa RSBI tidak hanya berinteraksi dengan guru-guru yang mengajarnya semata. Mereka juga berinteraksi dengan guru-guru lainnya, dengan staf pendukung sekolah, juga dengan siswa. Mengingat semua sekolah yang melaksanakan program RSBI nantinya diharapkan menjadi sekolah yang bertaraf internasional, maka semua guru, staf pendukung sekolah, dan semua siswa disarankan untuk terus-menerus menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing yang lain dalam berkomunikasi.

    7. Kita harus menghadapi semua kritik dengan seksama dan dengan kepala dingin, serta menggunakannya sebagai pemacu untuk memperbaiki kinerja kita.

    8. Komunikasi dengan orang tua siswa tentang perkembangan siswa di sekolah harus dilakukan secara rutin dan terbuka untuk memudahkan dalam mengatasi segala permasalahan yang ada.

    9. Kerjasama antar sekolah yang melaksanakan program RSBI mutlak harus terus dilaksanakan karena program ini dapat dianggap merupakan tugas kita semua demi meningkatkan mutu pendidikan di negara kita yang sedang terpuruk ini.

     

    Untuk memahami lebih jauh tentang Sekolah Bertaraf Internasional Silakan Download POWERPOINT berikut yang ditulis oleh dosen saya Prof.Effendy, Ph,D (Daftar Guru Besar FMIPA Universitas Negeri Malang).

    1. KIAT-KIAT MENYIAPKAN PEMBELAJARAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM SNBI

GOLGOTA III

 

Yohanes 19:26-27

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: ‘Ibu, inilah, anakmu!’

When Jesus therefore saw his mother, and the disciple standing by, whom he loved, he saith unto his mother, Woman, behold thy son!

Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ‘Inilah ibumu!’ Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Then saith he to the disciple, Behold thy mother! And from that hour that disciple took her unto his own home.

 

jesus-christ-on-cross-0110 jesus-christ-on-cross-0111

jesus-christ-on-cross-0112 jesus-christ-pics-1105 jesus-christ-pics-2207

jesus-christ-pics-2209 Jesus-Christ-Pics-2316

jesus-christ-pics-2211 Jesus-Christ-Pics-2311 

Jesus-Christ-Pictures-2509

Jesus-Christ-Pictures-2510 Jesus-Christ-Pictures-2511

Jesus-CrucifiedJesus-Christ-Pictures-2513

Jesus-Christ-Pictures-2514  Jesus-Mobile-Wallpaper-0208

Jesus-of-Nazareth[1] jesus-on-cross-0101

jesus-on-cross-0102 jesus-on-cross-0103

SINTESIS SENYAWA-SENYAWA KOMPLEKS DARI LOGAM ALKALI SERTA IMPLIKASINYA PADA PENGAJARAN SENYAWA KOMPLEKS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

 

clip_image002

Effendy

Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Negeri Malang, Jl. Surabaya 6 Malang 65145

Siti Mutrofin

Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang 65145

 

Abstrak:

Pada pengajaran kimia unsur di sekolah menengah atas (SMA) disebutkan bahwa salah satu yang membedakan unsur-unsur logam transisi dengan logam alkali adalah dapatnya unsur-unsur logam transisi membentuk senyawa kompleks dan tidak dapatnya unsur-unsur logam alkali membentuk senyawa kompleks. Pendapat tersebut adalah tidak benar. Sebetulnya senyawa kompleks dari logam alkali telah berhasil dibuat sejak tahun 1840, yaitu dengan berhasil disintesisnya senyawa kompleks salisilaldehidatosalisilaldehidanatrium(I).

Sampai dengan tahun 1970 dapat dianggap sintesis senyawa kompleks dari logam alkali dilakukan secara tidak sistematis. Sintesis secara sistematik baru dilakukan mulai tahun 1985. Dari sintesis ini diperoleh banyak senyawa kompleks yang umumnya bersifat tidak stabil. Salah satu senyawa kompleks yang stabil adalah [K(phen)2(H2O)]2.4H2O.

Dapatnya senyawa kompleks dari logam alkali disintesis menyebabkan perlunya revisi pendapat di atas. Revisi pendapat tersebut merupakan tugas dari Himpunan Kimia Indonesia, khususnya para pakar dalam kimia koordinasi yang ada di himpunan tersebut.

Kata-kata kunci: Sintesis, senyawa kompleks, logam alkali, pengajaran senyawa kompleks di SMA.

 

Pendahuluan

Senyawa-senyawa kompleks sudah digunakan sejak sekitar 450 SM. Salah satunya adalah kompleks dari alizarin dengan ion aluminium dan kalsium. Senyawa kompleks ini dapat digunakan untuk memberi warna merah pada pakaian putih. Jubah nabi Yusuf kemungkinan diberi warna dari kompleks tersebut.

Pada waktu Iskandar Zulkarnaen dari Macedonia menyerbu Persia pakaian putih dari tentaranya disemprot dengan senyawa kompleks di atas dan mereka berjalan memasuki Persia seolah-olah sebagai pasukan yang lemah akibat luka-luka yang dideritanya. Tentara Persia tertipu sehingga akhirnya dapat dikalahkan oleh tentara Iskandar (Kauffman, 1987: 2).

Pada awal perkembangan sintesis senyawa kompleks, atom pusat yang umumnya digunakan adalah ionion logam transisi. Senyawa-senyawa kompleks dengan atom pusat ion logam golongan utama juga ada yang berhasil disintesis seperti senyawa kompleks salisilaldehidatosalisilaldehidanatrium(I) (Fenton, 1987: 2).

clip_image004

Gambar 1 Salisilaldehidatosalisilaldehidanatrium(I)

 

Diperolehnya fakta bahwa:

1) jumlah senyawa kompleks dengan atom pusat ion-ion logam golongan utama jumlahnya relatif sangat sedikit dibandingkan senyawa kompleks dengan atom pusat ion-ion logam transisi; dan

2) senyawa kompleks dengan atom pusat ion-ion logam golongan utama cenderung kurang stabil dibandingkan senyawa kompleks dengan atom pusat ion-ion logam transisi, tampaknya mengakibatkan timbulnya anggapan bahwa senyawa kompleks hanya dapat dibentuk dengan atom pusat ion-ion logam transisi saja.

Anggapan ini terbawa dalam pengajaran senyawa kompleks di SMA seperti teridentifikasi pada beberapa buku pelajaran kimia yang digunakan di SMA, misalnya pada buku: (1) Kimia SMU Kelas 3 Semester I dan II yang ditulis oleh Kalsum dkk. (2003: 157); (2) Pintar KIMIA 3 untuk SMU Kelas 3 yang ditulis oleh Sutresna (2003: 136).a

Ion-ion logam alkali memang cenderung sulit membentuk kompleks dengan ligan-ligan netral monodentat. Apabila kompleksnya dapat terbentuk, maka ia cenderung bersifat tidak stabil dan mudah terurai bila terjadi kontak dengan uap air dari udara.

Senyawa kompleks dari logam-logam alkali cenderung stabil apabila ligannya merupakan ligan polidentat yang membentuk sepit (chelate), seperti kompleks dengan ligan-ligan golongan eter mahkota (crown ether) (Greenwood & Earnshaw, 1986: 108). Di samping itu, apabila di dalam kristal senyawa kompleks terdapat molekul-molekul pelarut maka mereka cenderung mudah mengalami efloresensi atau desolvasi.a

 

Sintesis senyawa kompleks dari logam alkali dan alkali tanah

Sintesis senyawa kompleks dari logam-logam alkali biasanya dilakukan dalam kondisi bebas air dari pelarut atau dari udara. Untuk itu pelarut dan pereaksi yang digunakan harus dimurnikan lebih dulu. Sintesis biasanya dilakukan di dalam tabung Schlenk dan isolasi uap air dari udara dilakukan dengan menggunakan gas argon.

Kadang-kadang ada juga senyawa kompleks yang dapat disintesis dalam kondisi kontaks langsung dengan udara misalnya senyawa kompleks [K(phen)2(H2O)]2.4phen.4H2O (Mutrofin, Effendy dan White, 200).wanibesak

Pada masa lalu sintesis senyawa kompleks dari loam-logam alkali dan alkali tanah cenderung dilakukan secara tidak sistematis. Sintesis senyawa kompleks dari logam alkali baru dilakukan secara sistematis mulai tahun 1985 oleh C.R. Whitaker yang kemudian diteruskan oleh N. Placket, J. Buttery, S. Mutrofin dan Effendy.

Pada sintesis ini ligan-ligan yang digunakan adalah basa nitrogen seperti asetonitril (MeCN), piridina (py), kuinolina (quin) dan lain-lain. Dari hasil-hasil penelitian yang telah atau belum dipublikasikan diperoleh senyawa-senyawa kompleks dengan berbagai bilangan koordinasi dan struktur.a

 

Struktur senyawa kompleks dari logam-logam alkali

Senyawa kompleks dengan atom pusat ion-ion logam alkali dapat memiliki bilangan koordinasi 4, 5, 6, 7 dan 8. Bilangan koordinasi 4 banyak ditemukan untuk senyawa kompleks dengan ion pusat Li+. Hal ini disebabkan karena kecilnya ukuran ion Li+ (73-106 pm) yang cenderung sulit untuk mengikat lebih dari 4 atom donor. Bilangan koordinasi lebih besar dari 4 diperoleh pada senyawa kompleks dengan pusat ion Na+, K+, Rb+, atau Cs+.

 

1. Bilangan koordinasi 4

Senyawa kompleks dengan bilangan koordinasi 4 memiliki geometri tetrahedral terdistorsi. Contoh dari senyawa kompleks ini adalah [Li(MeCN)4]I (MeCN = asetonitril) (Raston dkk. 1989:987) yang merupakan kompleks ionik dan [LiI(quin)3] (quin = kuinolina) (Raston dkk. 1989:91) yang merupakan kompleks netral seperti ditunjukkan pada Gambar 2.

clip_image006

Gambar 2 Senyawa kompleks [LiI(quin)3]

 

2. Bilangan koordinasi 5

Contoh dari senyawa kompleks dari logam alkali dengan bilangan koordinasi 5 adalah tidak banyak. Salah satu diantaranya adalah [KI(dmp)2] (dmp = 2,9-dimetil-1,10-fenantrolina) (Mutrofin, Effendy dan White, 2000) yang berbentuk piramida alas bujur sangkar terdistrorsi seperti diberikan pada Gambar 3.

clip_image008

Gambar 3 Senyawa kompleks [KI(dmp)2]

 

3. Bilangan koordinasi 6

Senyawa kompleks dengan bilangan koordinasi 6 memiliki geometri oktehedral terdistorsi. Salah satu contohnya adalah polimer [KSO3CF3(phen)2]4 (phen = 1,10-fenantrolina) (Mutrofin, Effendy dan White, 2000) seperti diberikan pada Gambar 4.

clip_image010

Gambar 4 Senyawa kompleks polimer [KSO3CF3(phen)2]4

 

4. Bilangan koordinasi 7

Senyawa kompleks dengan bilangan koordinasi 7 memiliki geometri trigonal prisma dengan satu tudung. Salah satu contohnya adalah kation dari kompleks polimer [K(phen)2]PF6 (Mutrofin, Effendy dan White, 2000) seperti diberikan pada Gambar 5.a

clip_image012

Gambar 5 Ion kompleks polimer [K(phen)2]clip_image014

 

5. Bilangan koordinasi 8

Senyawa kompleks dengan bilangan koordinasi 8 memiliki geometri kubus teristorsi. Beberapa contohnya adalah [K(phen)2]I.MeOH dan [Rb(phen)2]I.MeOH, (Mutrofin, Effendy dan White, 2000). Struktur kation dari kompleks polimer [Rb(phen)2]I.MeOH diberikan pada Gambar 6.

clip_image016

Gambar 6 Ion kompleks polimer [Rb(phen)2]clip_image014[1]

 

Di dalam senyawa kompleks dimungkinkan terdapat atom pusat dengan bilangan koordinasi yang berbeda, contohnya adalah pada kompleks [KSO3CF3)2(dmp)2(MeOH)]2 (Mutrofin, Effendy dan White, 2000) dengan struktur seperti pada Gambar 7.a

clip_image018

Gambar 7. Senyawa kompleks [KSO3CF3)2(dmp)2(MeOH)]2

 

Pada kompleks tersebut ion K(1)+ memiliki bilangan koordinasi 5, sedangkan ion K(2)+ memiliki bilangan koordinasi 6.

Di dalam sintesis senyawa kompleks dimungkinkan pelarut yang digunakan terkoordinasi pada ion pusat seperti ditunjukkan pada Gambar 7.. Apabila di dalam sintesis isolasi udara tidak sempurna atau sintesis dilakukan tanpa isolasi uap air dari udara, maka uap air dari udara dapat terkoordinasi pada atom pusat seperti yang terdapat pada kompleks [K(phen)2(H2O)]2.2ClO4.4H2O dengan struktur seperti pada Gambar 8.

clip_image020

Gambar 8 Senyawa kompleks [K(phen)2(H2O)]2.2ClO4

 

Implikasi terhadap pengajaran kimia di SMA

Dengan berhasil disintesisnya senyawa kompleks dari logam-logam alkali maka anggapan bahwa senyawa kompleks hanya dapat dibentuk dari unsur-unsur transisi perlu direvisi.

Pada saat ini dapat dianggap hampir semua logam dapat membentuk senyawa kompleks. Revisi pendapat tersebut dapat dilakukan oleh Himpunan Kimia Indonesia, khususnya para pakar dalam kimia koordinasi yang ada di himpunan tersebut.

 

Untuk mengenal lebih jauh tentang penulis artikel ini silakan kunjungi “Daftar Guru Besar Universitas Negeri Malang” atau KLIK DI SINI…!!!! 

FILE ASLI ARTIKEL INI SILAKAN DOWNLOAD DI SINI…!!!!

 

ARTIKEL YANG DISARANKAN :

· Tata Nama Senyawa Kompleks

· Apakah senyawa kompleks hanya dapat dibuat dari unsur transisi?

· senyawa kompleks‚ dan tatanama senyawa kompleks

alotrop karbon: intan, grafit dan fullerene


Senyawa yang terbentuk hanya dari satu jenis unsur namun dengan struktur (bentuk) yang berbeda alotrop. Perbedaan struktur yang terjadi menyebabkan sifat yang dimiliki setia alotrop berbeda walaupun tersusun dari unsur yang sejenis.

Senyawaan yang terbentuk dari atom unsur karbon dengan struktur yang berbeda disebut alotrop karbon. Grafit, intan, fullerene dan karbon amorf merupakan contoh dari alotrop karbon yang sejauh ini diketahui.

Dalam tabel peridoik unsur karbon memiliki simbol C dengan nomor atom 6 dan terletak pada golongan 4A atau 14, periode 2 dan termasuk blok p. Konfigurasi elektron atom karbon adalah 1s2 2s2 2p2 atau [He] 2s2 2p2 dengan susunan elektron dalam kulit atomnya adalah 2, 4. Berdasarkan konfigurasi elektronnya diketahui bahwa karbon memiliki 4 elektron valensi. Empat elektron valensi karbon ini dapat digunakan untuk membentuk ikatan kovalen dengan atom lain maupun dengan atom karbon yang lain.

 

Intan

Intan atau berlian atau diamond merupakan alotrop karbon yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan hingga saat ini intan dikenal sebagai mineral alami yang paling keras dimana belum ada mineral lain yang berhasil menggores atau memotong intan.

struktur intan

struktur intan

Sifat dan pemakaian Intan

Berikut beberapa sifat dan pemakaian intan:

  1. Intan merupakan mineral alami yang paling keras, sehingga intan banyak digunakan sebagai alat untuk memotong, mengasah dan sebagai mata bor.
  2. Memiliki titik leleh yang sangat tinggi yakni 4827 °C). Hal ini disebabkan Ikatan kovalen karbon-karbon yang terbentuk pada struktur intan sangat kuat bahkan lebih kuat dari ikatan ionik.
  3. Berupa isolator namun dapat menyerap panas dengan sangat baik. Daya hantar listrik intan berkaitan dengan elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan, dimana pada intan elektron-elektron berikatan sangat kuat sehingga tidak ada elektron yang bebas bergerak ketika diberi beda potensial. Sifat penyerap panas yang baik dari intan diaplikasikan pada peralatan elektonik untuk menyerap panas yang dihasilkan ketika peralatan elektronik digunakan. Dengan melapisi intan pada konduktor dalam peralatan elektronik maka suhu peralatan tersebut dapat dijaga relatif konstan sehingga peralatan tersebut dapat berfungsi secara normal.
  4. Tidak larut dalam air dan pelarut organik. Dalam hal ini tidak memungkinkan terjadinya daya tarik antara molekul pelarut dan atom karbon yang dapat membongkar dayatarik antara atom-atom karbon yang berikatan secara kovalen. Akibat pelarut tidak mampu mensolvasi molekul intan.

 

Dalam struktur intan setiap atom karbon berikatan secara kovalen dengan atom 4 karbon lain dalam bentuk tetrahedral dan panjang setiap ikatan karbon-karbon adalah 0,154 nm.

 

 

 

Intan kini dapat produksi secara komersial dalam skala laboratorium maupun skala industri. Bahan dasar pembuatan intan yaitu grafit dengan katalis logam. Proses pembuatan intan dari grafit dilakukan pada suhu tinggi yakni sekitar 3500 °C bahkan dapat lebih tinggi dan tekanan tinggi pula yakni sekitar 140.000 atm atau lebih. Selain menggunakan cara tersebut, intan dapat dihasilkan dengan pirolisis hidrokarbon pada suhu relatif rendah (± 900 °C) dan tekanan realtif lebih rendah pula yakni sekitar 102 Pa.

Gambar intan

Gambar intan

Namun dalam kehidupan sehari-hari intan yang sering dijumpai terdiri dari berbagai macam warna. Berbagai warna yang dihasilkan intan dipengaruhi oleh 3 hal yaitu

  1. Adanya pengotor dalam struktur intan sehingga pengotor tersebut dapat mengubah spektrum absorbsi intan. Spektrum intan yang berubah akibat adanya pengotor tergantung pada jenis dan konsentrasi pengotor yang ada Misalnya intan kuning dan oranye mengandung nitrogen, intan biru mengandung boron, intan abu-abu, ungu dan hijau mengandung hidrogen.
  2. Intan hijau disebabkan oleh radiasi alam, yang terjadi selama berjuta-juta tahun sehingga dapat mengubah struktur atom dalam intan. Akibat berubahnya struktur intan menyebabkan sektrum absorpsi intanpun berubah.
  3. Intan merah muda, merah dan coklat disebabkan oleh adanya deformasi plastik. Struktur atom karbon yang memutar selama pembentukan intan dalam tanah sehingga mengubah sektrum absorpsi intan. Hal ini tampak pada intan sebagai garis urat yang menyerupai urat kayu. Garis inilah yang memberikan spektrum warna yang berbeda.

 

 

Grafit

Grafit merupakan alotrop karbon yang dapat menghantarkan arus listrik dan panas dengan baik. Karena sifat inilah grafit biasanya digunakan sebagai elektroda pada sel elektrolisis.

Dalam struktur grafit setiap atom karbon membentuk ikatan kovalen dengan tiga atom karbon lainnya membentuk susunan heksagonal dengan struktur berlapis seperti tumpukan kartu. Karena atom karbon memiliki 4 elektron valensi maka pada setiap atom karbon masih terdapat satu elektron yang belum berikatan (elektron bebas).

Sifat daya hantar listrik yang dimiliki oleh grafit dipengaruhi oleh elektron-elektron yang tidak digunakan untuk membentuk ikatan kovalen. Elektron-elektron ini tersebar secara merata pada setiap atom C karena terjadi tumpang tindih orbital seperti pada ikatan logam yang membentuk awan atau lautan elektron. Oleh sebab itu ketika diberi beda potensial, elektron-elektron yang terdelokaslisasi sebagian besar akan mengalir menuju anoda (kutub positif), aliran elektron inilah yang menyebabkan arus listrik dapat mengalir. Sedangkan ketika salah satu ujung dipanaskan maka elektron-elektron ini akan segera berpindah menuju bagian yang memiliki suhu lebih rendah. Akibatnya panas tersebut akan menyebar ke bagian grafit yang memiliki suhu lebih rendah. Struktur grafit seperti yang tertera pada Gambar.

Gambar stuktur grafit

Gambar stuktur grafit

Ikatan kovalen antar lapisan pada grafit relatif lebih lemah bila dibanding ikatan kovalen antar antar atom dalam satu lapisan. Dengan adanya hal ini menyebabkan grafit bersifat licin, karena lapisan yang berada dibagian atas mudah tergelincir atau mudah tergeser.

 

Sifat dan Kegunaan Grafit

  1. Memiliki titik leleh tinggi, sama seperti intan. Hal ini disebabkan iktan kovalen yang terbentuk sangat kuat sehingga diperlukan energi yang tinggi untuk memutuskannya.
  2. Memiliki sifat lunak, terasa licin dan digunakan pada pensil setelah dicampu tanah liat.
  3. Tidak larut dalam air dan pelarut organik, karena tidak mampu mensolvasi molekul grafit yang sangat besar.
  4. Dibanding intan, grafit memiliki massa jenis yang lebih kecil, karena pada strukturnya terdapat ruang-ruang kosong antar lipatannya.
  5. Berupa konduktor listrik dan panas yang baik. Karena sifat ini grafit digunakan sebagai anoda pada baterai (sel Leclanche) dan sebagai elektroda pada sel elektrolisis.

 

 

Fulleren

Fuleren adalah alotrop karbon dimana 1 molekul karbon terdiri dari 60 atom karbon sehingga sering disebut sebagai C60. Pada struktur fulleren setiap atom karbon berikatan dengan tiga atom karbon lain dengan pola membentuk susunan pentagonal membentuk struktur berongga seperti bola sepak. Struktur fulleren seperti yang tertera pada Gambar.

Gambar Struktur fullerene

Gambar Struktur fullerene

Gambar Struktur fuleren

Sifat dan pemakaian

  1. Tidak larut dalam air, tetapi dapat larut dalam pelarut organik.
  2. Sebagai superkonduktor dan penyerap panas yang baik. Sifat superkonduktor dan menyerap panas ini berkaitan 1 elektron yang tidak digunakan untuk membentuk ikatan kovalen, seperti pada grafit. Salah satu senyawaan C60 yang merupakan semikonduktor adalah K3C60.

 

 

 

 

NATURE II