chemistry for peace not for war

hanya DIA yang dapat menghentikan hatiku

Tag Archives: warna suatu bahan

Kilau Logam: Emas Perak dan Tembaga dan Warna yang Dimiliki Suatu Bahan

Semua jenis logam yang permukaan bersih dan halus aan memberikan kilau (luster) tertentu. kilau dari logam dilihat tampak walaupun dilihat dari berbagai sudut sinar pantul. Hal ini yang memungkinkan sebagian logam digunakan sebagai pemantul sinar tampak, misalnya logam perak pada cermin perak.

Namun bagaimana dengan logam alkali dan alkali tanah seperti natrium dan magnesium? Apakah menunjukan kilau tertentu?. Logam alkali dan alkali tanahpun menunjukan kilau namun kilau dari logam alkali dan alkali tanah sangat cepat memudar akibat terjadinya reaksi dengan oksigen yang terdapat di udara. Reaksi ini membentuk oksida logam yang menutupi permukaannya sehingga kilau yang dihasilkan tidak sempat dilihat.

Kilau yang dihasilkan logam berkaitan dengan elektron yang dimiliki oleh logam tersebut. Elektron-elektron yang ada pada logam berupa awan atau lautan elektron, elektron valensi yang terdelokalisasi (menyebar) dan elektron-elektron pada pita energi yang tidak terisi penuh.

Emas dan tembaga memiliki kilau kekuningan sedangkan kilau perak adalah kekuningan. Kilau yang dimiliki ketiga logam tersebut dapat dijelaskan menggunakan konfigurasi elektron yang dimiliki.

Apabila tembaga, emas dan perak dikenai cahaya tampak, jika energi cahaya tampak mencukupi maka elektron-elektron yang ada pada kulit atom dapat berpindah (tereksitasi) ke kulit atom lainnya. Eksitasi elektron pada logam tembaga, emas dan perak seperti pada contoh berikut:

Tembaga: [Ar] 3d10 4s1 –→ [Ar] 3d9 4s2 energi transisi E1≈ EI2-EI1= (1957,9 – 745,5) kJ/mol = 1212,4 kJ/mol

Emas : [Xe] 4f14 5d10 6s1 –→[Xe] 4f14 5d9 6s2 energi trransisi EI ≈ EI2-EI1 = (1980-890,1) kJ/mol = 1089,9 kJ/mol

Perak : [Kr] 4d10 5s1 –→ [Kr] 4d9 5s2 energi transisi EI ≈ EI2-EI1 = (2074 – 731,0) kJ/mol = 1343 kJ/mol

Dari tiga energi transisi yang dimiliki ketiga logam tampak bahwa energi transisi logam perak lebih besar dari energi transisi logam tembaga dan emas.

Elektron-elektron yang tereksitasi dapat kembali ke keadaan awal dengan melepaskan sejumlah energi. Energi yang dilepaskan inilah yang menyebabkan suatu logam maupun materi lain tampak berwarna. Proses terjadinya perpindahan elektron dan kembali lagi ke keadaan awal berlangsung sangat cepat sehingga warna yang dihasilkan konstan (tetap) seolah-olah tidak terjadi atau adanya perpindahan elektron dalam materi tersebut.

Dari penjelasan di atas tentu akan muncul pertanyaan mengapa elektron yang telah tereksitasi harus kembali ke keadaan awal, kemudian tereksitasi lagi?. Elektron-elektron yang telah tereksitasi dapat kembali lagi ke keaadaan awal kemudian tereksitasi kembali, keadaan ini akan terus berlangsung dan berulang tergantung pada energi yang diberikan. Keadaan seperti ini akan terus berlangsung selama cahaya tampak mengenai permukaan materi atau zat tersebut. Jika energi tersebut cukup untuk membuat 1 elektron tereksitasi maka 1 elektron akan tereksitasi, jika energi lebih besar lagi maka 2 elektron akan tereksitasi.

Namun makin tinggi atau makin besar energi yang diperlukan untuk membuat elektron tereksitasi maka makin tinggi pula energi yang dipancarkan saat kembali kekeadaan awal. Energi yang tinggi ini tidak mampu ditangkap atau tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Cahaya yang dapat dilihat dengan mata adalah cahaya tampak, yakni cahaya dengan panjang gelombang 400–750 nm. Sesuai tetapan planck yang menyatakan energi yang dimiliki cahaya berbanding terbalik dengan panjang gelombang artinya makin besar panjang gelombang makin kecil energi yang dimiliki begitupun sebaliknya makin pendek atau makin kecil panjang gelombang makin besar energi yang dimiliki.

Sedangkan elektron yang telah tereksitasi dapat kembali ke keadaan awal karena energi yang berasal dari cahaya tampak hanya mampu memindahkan (hanya mampu membuat elektron tersebut tereksitasi) namun tidak mampu mempertahankan elektron tersebut pada keadaan tersebut. Hal ini sesuai dengan teori atom Bohr dan teori atom modern dimana elektron yang mengorbit (mengelilingi) pusat atom memiliki energi tertentu dan makin jauh elektron dari pusat atom makin besar pula energi yang dibutuhkan elektron untuk mengorbit. Energi yang berasal dari cahaya tampak hanya mampu membuat elektron tereksitasi sedangkan inframerah hanya membuat elektron bergetar (vibrasi).

Seperti yang telah dibahas pada bagian sebelumnya yang menyatakan energi transisi logam perak lebih besar dari energi transisi logam tembaga dan emas. Energi yang lebih besar ini menyebabkan, semua cahaya tampak yang mengenai permukaannya tidak diserap tetapi langsung pantulkan kembali artinya dalam logam perak tidak terjadi eksitasi elektron. agar eksitasi elektron terjadi maka diperlukan energi yang lebih tinggi namun sayang, cahaya dengan energi yang lebih tinggi tidak dapat dilihat dengan mata manusia. Sebagian besar logam memiliki kilau seperti perak artinya dalam logam-logam tersebut tidak terjadi eksitasi elektron tetapi hanya memantulkan kembali cahaya tampak yang mengenai permukaannya. Sedangkan pada tembaga dan emas ketika cahaya tampak mengenai permukaannya terjadi eksitasi elektron dari subkulit d ke subkulit s. Elektron yang tereksitasi inilah yang memberikan kilau kekuningan.

Sedangkan pada bahan-bahan bukan logam yang berwarna putih dan hitam, disebabkan semua jenis cahaya tampak yang mengenai permukaannya diserap secara sempurna. Cahaya tampak yang diserap sempurna menyebabkan cahaya yang dipantulakannkan bermacam-macam. Campuran dari berbagai macam panjang gelombang inilah yang menyebabkan terbentuknya warna putih dan warna hitam.

Untuk warna-warnya lain yang dihasilkan oleh suatu materi tergantung pada jenis zat atau jenis materi tersebut. karena materi yang berbeda akan menyerap cahaya tampak dengan panjang gelombang yang berbeda. Warnya-warnya yang diserap oleh suatu bahan berbeda dengan warna yang dihasilkan oleh materi tersebut. Warna yang dihasilkan ketika menyerap cahaya tampak atau warna yang dilihat sehari-hari olah mata disebut warna komplementer. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut.

panjang gelombang (nm) warna yang diserap warna yg terlihat (komplementer)
380-450

450-495

495-570

570-590

590-620

620-750

Violet

Biru

Hijau

Kuning

Jingga

merah

Hijau-kuning

Kuning

Violet-violet merah

Biru

Biru kehijauan

Hijau biru

 

Iklan

KOIN EMAS

                    Berikut beberapa negara yang memiliki koin emas. Nilai tukar koin emas tergantung pada harga emas dipasaran.

1.Australia – kangaroo

clip_image002[5]

 

2.China – panda

clip_image004[7]

 

3.Malaysia – kijang emas

clip_image006[5]

 

4.Canada – maple leaf

clip_image008[4]

 

5.Inggris – Britannia

clip_image010[4]

 

6.Amerika Serikat – eagle dan buffalo

clip_image012[4]

 

7.Afrika Selatan – Krugerrand

clip_image014[4]

 

8.New Zealand – kiwi

clip_image016[4]

 

9.Singapore – lion

clip_image018[4]

 

10.Austria – philharmonic

clip_image020[4]