chemistry for peace not for war

hanya DIA yang dapat menghentikan hatiku

Dahsyatnya Energi Nuklir

Istilah “nuklir” merupakan kata yang sangat menakutkan bagi beberapa orang. Hal ini tidak mengherankan karena istilah tersebut dikenalkan kepada dunia melalui hancurnya dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki. Hancurnya dua kota tersebut mengakhiri pergolakan perang dunia II dimana Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.

Bom yang dijatuhkan di Jepang, merupakan prinsip dari reaksi fisi yakni reaksi pembelahan isotop unsur-unsur berat menjadi menjadi dua inti yang bermasa sedang. Reaksi fisi dapat berlangsung secara spontan dan berlangsung secara induksi (menembak inti menggunakan suatu partikel) biasanya menggunakan neutron. Walaupun demikian tidak semua isotop unsur-unsur berat mengalami reaksi fisi. Reaksi fisi membebaskan energi yang besar baik dalam bentuk radiasi maupun energi kinetik hasil-hasil fisi.

Reaksi fisi yang terjadi pada bom nuklir tidak dapat dikendalikan, sehingga sekali meledak energi yang dihasilkan akan menghancurkan semua yang ada hingga mencapai keadaan yang stabil. Sedangkan reaksi fisi dalam reaktor nuklir dapat dikendalikan dengan cara menyerap kelebihan neutron sehingga reaksi fisi berantai dapat dihentikan.

Energi yang dihasilkan dari reaksi inti atau reaksi nuklir atau pembelahan inti membentuk unsur-unsur lain yang lebih stabil disebut energi nuklir. Energi yang dihasilkan pada suatu reaksi inti dihitung peratom, artinya satu atom saja sudah dapat menghasilkan energi.

Misalkan menghitung jumlah energi yang dihasilkan dari pembakaran 1 gram uranium-235.

clip_image002

clip_image004

clip_image006

Berdasarkan eksperimen yang diperoleh, setiap pembakaran 1 atom uranium-235 diperoleh energi sebesar 200 MeV. Jadi energi yang dihasilkan dari pembakaran 1 gram U-235 adalah sebagai berikut.

E = 2,56 x 23 x 200 atom x 200 MeV/atom

= 5,12 x 23 MeV

Karena 1 MeV = 3,83 x 10-14 kalori (cal), maka

E = 5,12 x1023 x 3,83 x 10-14 cal

= 1,96 x 1010 cal

Jika energi tersebut dibandingkan dengan pembakaran 50 serbuk granat TNT (trinitrotoluena) perhitungannya sebagai berikut.

Energi yang dihasilkan 50 gram TNT = 50000 cal = 5 x 104 cal

Maka pembakaran 1 gram uranium sama dengan pembakaran TNT sebanyak

= 50 (2 x 1010)/ 5 x 104 gram

= 20.000.000 gram TNT

= 20 ton TNT

Jadi energi yang dihasilkan 1 gram uranium-235 sama dengan energi yang dilepaskan ledakan 20 ton TNT.

Oleh sebab itu, energi yang sangat besar dari pembakaran reaksi inti dapat dimanfaatkan demi kesejahteraan umat manusia.

Sayangnya sampai saat ini Indonesia belum menggunakan energi yang sangat besar ini demi kesejahteraan rakyat, walaupun telah memiliki beberapa reaktor nuklir. Hal ini mungkin disebabkan kita takut akan efek negatif yang ditimbulkan energi nuklir.

Perlu diketahui bahwa selama energi nuklir ditangani dengan benar, hal-hal negatif yang ditakutkan selama ini tidak akan pernah terjadi. Banyak negara yang perekonomiannya jauh lebih maju dibanding Indonesia karena telah menggunakan energi nuklir. Karena hal inilah pemilik blog ini ingin menyatakan

“INDONESIAKU BERHENTILAH MELIHAT DAN MENDENGAR SESUATU HANYA DARI SISI NEGATIF SAJA, TETAPI TEROBOSI DAN LEWATI SISI NEGATIF TERSEBUT UNTUK MENEMUKAN SISI POSITIF YANG SELAMA INI BELUM TERSENTUH WALAUPUN KITA TELAH MENYADARI DIA SEDANG MENATIKAN KITA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: