chemistry for peace not for war

hanya DIA yang dapat menghentikan hatiku

Tag Archives: UM

PENTINGNYA PROGRAM RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI) DAN UPAYA UNTUK MENGOPTIMALKANNYA

      Effendy 3x4Prof.Effendy, Ph,D

       

      Undang-Undang Pendidikan Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 50 ayat 3 mengamanatkan:

      “Pemerintah Pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional dan/atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan satu satuan pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional”.

      Untuk itu setiap kabupaten dan kotamadya diharapkan sedikitnya memiliki:

  • Sebuah SD Negeri atau MIN

  • Sebuah SMP Negeri atau MTsN

  • Sebuah SMA Negeri atau MAN

    yang melaksanakan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).  Dalam waktu maksimal 5 tahun diharapkan sekolah-sekolah tersebut sudah menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

     

    MAMPUKAH KITA MELAKSANAKAN PROGRAM RSBI

    Jawabnya adalah:

    “Insya Allah mampu, Tetapi perlu persiapan yang matang dan terprogram”

    Soalnya kita memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah:

    1. Calon siswa yang umumnya memiliki kemampuan intelektual yang tinggi. Hal ini terbukti dengan skor Unas dan skor rapor mereka yang tinggi.

    2. Calon siswa yang umumnya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. Hal ini terbukti pada waktu tes tulis dan wawancara dapat dianggap hampir semua siswa mampu memahami dan menjawab semua pertanyaan yang ada dengan baik.

    3.Kita memiliki guru yang memiliki dedikasi dan motivasi yang tinggi, serta rela berkorban demi perbaikan mutu pendidikan di republik ini.

    4.Kita punya stake holder yang insya Allah dengan “Ikhlas” akan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai keberhasilan program RSBI asalkan sekolah betul-betul dapat memenuhi harapan mereka.

    5.Kita memiliki banyak pakar yang siap membantu pelaksanaan program RSBI.

     

    PERLUKAH KIAT-KIAT TERTENTU DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM RSBI?

    MUTLAK DIPERLUKAN

    Apa itu:

    1. Perhatian serius dari sekolah dan komite sekolah akan kebutuhan energi ekstra bagi guru-guru pelaksana program RSBI. Untuk itu honorarium harus betul-betul memadahi dan sejak dini diketahui besarnya oleh para pelaksana program SBI.

    2.Diberikannya jam pelajaran yang mencukupi untuk setiap mata matematika dan ipa. Hal ini sangat penting karena pada tahun pertama baik siswa maupun guru perlu waktu yang cukup untuk adaptasi. Adalah tidak logis bila jam pelajaran tersebut sama dengan jam pelajaran untuk program reguler. Di samping itu, isi materi mata pelajarannya cenderung lebih luas dan lebih dalam.

    3. Perlu supervisi dan dorongan moril dari kepala sekolah, baik kepada siswa maupun pada guru, secara terus-menerus. Untuk itu kepala sekolah atau petinggi RSBI yang ditunjuk harus sering mengunjungi kelas pada saat pembelajaran atau kegiatan pembimbingan guru berlangsung.

    4. Perlu suntikan motivasi yang terus-menerus dari kepala sekolah sekolah dan jajarannya kepada guru dan siswa.

    5. Perlu strategi evaluasi yang jitu. Dua atau tiga kali ulangan pertama di kelas I SD, VII SMP dan X SMA semester 1 harus menggunakan soal-soal yang tingkat kesukarannya rendah sampai sedang agar semua siswa memperoleh skor yang tinggi. Ini dapat menimbulkan keyakinan pada siswa bahwa dirinya mampu mengikuti program RSBI.

    6. Optimalisasi penggunaan bahasa Inggris di luar kelas. Siswa RSBI tidak hanya berinteraksi dengan guru-guru yang mengajarnya semata. Mereka juga berinteraksi dengan guru-guru lainnya, dengan staf pendukung sekolah, juga dengan siswa. Mengingat semua sekolah yang melaksanakan program RSBI nantinya diharapkan menjadi sekolah yang bertaraf internasional, maka semua guru, staf pendukung sekolah, dan semua siswa disarankan untuk terus-menerus menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing yang lain dalam berkomunikasi.

    7. Kita harus menghadapi semua kritik dengan seksama dan dengan kepala dingin, serta menggunakannya sebagai pemacu untuk memperbaiki kinerja kita.

    8. Komunikasi dengan orang tua siswa tentang perkembangan siswa di sekolah harus dilakukan secara rutin dan terbuka untuk memudahkan dalam mengatasi segala permasalahan yang ada.

    9. Kerjasama antar sekolah yang melaksanakan program RSBI mutlak harus terus dilaksanakan karena program ini dapat dianggap merupakan tugas kita semua demi meningkatkan mutu pendidikan di negara kita yang sedang terpuruk ini.

     

    Untuk memahami lebih jauh tentang Sekolah Bertaraf Internasional Silakan Download POWERPOINT berikut yang ditulis oleh dosen saya Prof.Effendy, Ph,D (Daftar Guru Besar FMIPA Universitas Negeri Malang).

    1. KIAT-KIAT MENYIAPKAN PEMBELAJARAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM SNBI

JALAN PANJANG MENUJU RESEARCH UNIVERSITY

 

Kimia Koordinasi Author

Prof.Effendy, Ph,D

Jurusan Kimia FMIPA,

PSSJ Pendidikan Kimia Program Pascasarjana,

Universitas Negeri Malang

Jl. Surabaya 6 Malang 65145

Email: fnd299@yahoo.co.uk

 

Research University merupakan suatu program yang dicanangkan oleh Universitas Negeri Malang (UM) pada periode pimpinan UM yang lalu. Sayangnya program itu belum pernah dilaksanakan, bahkan gaungnya saat ini dapat dikatakan semakin lemah frekuensinya. Suatu universitas, terlepas dari apapun predikatnya (mungkin research university, global university atau predikat lainnya) wajib melakukan kegiatan penelitian. Apalagi karena penelitian itu sudah menjadi salah satu dari tridharma universitas. Oleh karena itu kegiatan penelitian mutlak dilakukan oleh semua dosen yang ada di suatu universitas. Ironinya di UM, bahkan di hamper semua universitas di Indonesia, sangat sedikit sekali dosen yang melakukan penelitian secara konsisten dan berhasil mempublikasi hasil penelitiannya dalam jurnal nasional terakreditasi, apalagi dalam jurnal internasional. Hal ini berbeda dengan yang terjadi di negara lain, baik yang ada di Asia ataupun di luar Asia. Semua perguruan tinggi tersebut menuntut dosennya untuk menghasilkan artikel hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Internasional. Pada beberapa universitas, dana yang diberikan ke jurusan atau program studi ditentukan berdasarkan jumlah artikel hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal internasional dan text book yang dihasilkan oleh dosen yang ada. Khusus untuk dosen yang menulis suatu text book, padanya dapat diberi kebebasan untuk tidak mengajar selama satu tahun tetapi tetap digaji penuh, serta diberi sponsor.

Beberapa tahun yang lalu, dalam seminar Himpunan Kimia Indonesia yang diadakan di Bandung, seorang teman saya yang merupakan salah satu dosen kimia di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pernah guyonan dengan saya. Teman saya bilang: “Nanti di yaummul hisab (hari perhitungan) banyak dosen-dosen di Indonesia yang dikemplangi oleh malaikat”. Kenapa koq sampai demikian tanya saya. Dia bilang pada waktu seorang dosen dihisab malaikat bertanya: “Apa pekerjaanmu di dunia?” Dosen itu menjawab: “Dosen ya malaikat“. Malaikat terus bertanya: “Apa tugas utama seorang dosen?“ Mengajar ya malaikat, jawab dosen tersebut. Langsung dosen tersebut dikemplangi oleh malaikat. Dosen itu protes: “Kenapa koq saya dikemplangi?“ Malaikat menjawab dengan penuh kemarahan: “Kamu harus tahu bahwa tugas utama seorang dosen adalah meneliti, bukan sekedar mengajar“. Kalau saya pikir maka guyonan dari teman saya tersebut adalah tidak salah karena di negara manapun yang namanya dosen itu tugasnya adalah meneliti, bukannya sekedar mengajar. Oleh karena itu jika seorang pimpinan niversitas mencanangkan program research university maka dia akan melakukan dua hal yang sangat terpuji. Pertama, mengembalikan dosen yang ada di universitas kembali ke habitatnya. Kedua, menyelamatkan anak buahnya dari adzab Tuhan melalui malaikat pada yaummul hisab. Itu kalau program tersebut betul-betul dilaksanakan. Kalau belum sempat? Paling tidak pencanangnya insya Allah akan mendapat separoh pahala dari niat baiknya.

 

KELANJUTANNYA SILAKAN DOWNLOAD ARTIKELNYA DI SINI>>>>!!!

rambu lalu lintas bahan kimia

Saat kita berjalan di jalanan umum kita akan melihat berbagai rambu-rambu lalu lintas disekitar pinggiran jalan. demikian pula untuk bahan kimia. setiap bahan kimia memiliki rambu-rambu tersendiri yang dikenal sebagai simbol bahan kimia. Simbol yang diberikan mencermin sifat atau karakter bahan kimia tersebut. berikut adalah beberapa simbol bahan kimia yang ada pada kemasan setiap bahan kimia.

1. korosif

2.toxit

3.Explosive (mudah meledak)

4.Irritant (iritasi)

5.Oxidizing (oksidator)

 

6.Highly (extremely) flammable (sangat mudah terbakar)

7.

  • Bahaya                        : oksidator dapat membakar bahan lain, penyebab timbulnya api atau penyebab sulitnya pemadaman api
  • Contoh                        : hidrogen peroksida, kalium perklorat

Keamanan       : hindari panas serta bahan mudah terbakar dan reduktor